LENTERA QOLBU
Thursday, November 3, 2016
A
6 Replies
Senjata yang Paling Ampuh
Khutbah yang pertama
oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maidani
Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah …
Sesungguhnya kehidupan manusia di dunia ini akan dipenuhi oleh berbagai cobaan dan rintangan. Maka tak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada Allah semata. Setiap urusan dan perkara bergantung kepada kehendak dan kekuaasan-Nya. Tak ada yang bisa memberi kemaslahatan dan menghindarkan dari bahaya kecuali hanya Dzat-Nya dan tak ada sekutu bagi-Nya.
Oleh karena itu, bertawakal kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi kaum mukminin dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang waktu demi waktu semakin tajam. Allah menegaskan di dalam Al-Qur’an:
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﻮَﻛَّﻞِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
“ dan hanya kepada Allah, kaum mukminin bertawakal.” (Ali Imran: 122)
Ayat ini menunjukkan bahwa bagi kaum mukminin, tak ada yang bisa memberikan rasa aman, kemaslahatan, dan perlindungan dari berbagai marabahaya, kecuali hanya Allah semata. Allah ta’ala berfirman:
ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﺰَﻣْﺖَ ﻓَﺘَﻮَﻛَّﻞْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“Kemudian jika kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (Ali Imran: 159)
Sesungguhnya setiap urusan yang akan diperbuat oleh setiap hamba sangat membutuhkan kepada pertolongan dan kemudahan dari Allah Ta’ala. Yang bisa mewujudkannya hanya Allah saja dan tidak yang selainnya. Maka bagi kaum mukminin, Allah Ta’ala merupakan tempat menggantungkan diri dalam menghadapi segala urusan yang mereka lakukan di dunia ini. Sehingga keinginan, harapan, dan tujuan mereka tercapai dan terpenuhi dengan seizin Allah.
Sebagai bentuk tawakal kepada Allah, hendaknya setiap perkara baik yang akan dilakukan oleh seorang mukmin, diawali dengan ucapan ’bismillah’ untuk memohon pertolangan dan kemudahan dari Allah. Inilah madzhab ahlus sunnah dalam memaknai ucapan ’bismillah’ dari seorang hamba yang tunduk kepada Dzat yang Maha kuasa.
Allah ta’ala berfirman:
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻞْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﺣَﺴْﺒُﻪُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑَﺎﻟِﻎُ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪْﺭًﺍ
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath-Thalaq: 3)
Maka seluruh perkara berada di tangan Allah yang memiliki seluruh alam ini. Allah ta’ala berfirman:
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻏَﻴْﺐُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻳُﺮْﺟَﻊُ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮُ ﻛُﻠُّﻪُ ﻓَﺎﻋْﺒُﺪْﻩُ ﻭَﺗَﻮَﻛَّﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺑُّﻚَ ﺑِﻐَﺎﻓِﻞٍ ﻋَﻤَّﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi, kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan seluruhnya, maka sembahlah dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Robmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (Hud: 123)
Khutbah yang kedua
Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah …
Dalam sebuah hadits, dari sahabat Abu huroiroh radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟْﻘَﻮِﻱّ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺃَﺣَﺐّ ﺇِﻟَﻰَ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟﻀّﻌِﻴﻒِ . ﻭَﻓِﻲ ﻛُﻞٍّ ﺧَﻴْﺮٌ .
“Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya ada kebaikan.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa kekuatan seorang hamba adalah pada keimanannya. Oleh sebab itu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkaitkan keimanan dengan kekuatan seorang hamba. Maka jika keimanan seorang hamba bertambah kuat, niscaya dirinya akan semakin dicintai oleh Allah daripada seorang hamba yang lemah keimanannya.
Lalu darimanakah bermula kekuatan iman bagi seorang hamba? Kekuatan iman yang sangat besar akan lahir dari bertawakal kepada Allah. Sebagaimana yang diucapkan oleh sebagian salaf: “Barangsiapa yang ingin menjadi seorang hamba yang kuat (keimanannya), maka hendaklah dia bertawakal kepada Allah”. Ucapan ini mensiratkan bahwa tawakal kepada Allah mendatangkan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Itulah sebabnya, keimanan seorang hamba akan menjadi kuat dengan bertawakal kepada Allah subhanahu wa Ta
Wednesday, August 6, 2014
KHUTBAH SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH
BERSHOLAWAT KEPADA RASULULAH
Maasyirol
Muslimin rahimakumullah
Allah subhaanhu wa ta’aala
berfirman didalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 :
} إنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {
“Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Menurut Ibnu Katsir-Rahimahullah-
bahwa Maksud ayat di atas adalah bahwa Allah subhaanhu wa ta’aala mengabarkan
kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan nabi-Nya-Rasulullah (Muhammad SAW.) di mana malaikat-malaikat
bersholawat untuknya, lalu Allah subhaanhu wa ta’aala memerintahkan
makhluk-makhluk yang ada di bumi untuk bersholawat dan salam untuknya, agar
pujian tersebut berkumpul untuknya dari seluruh alam baik yang ada di atas
(dilangit) maupun yang ada di bawah (dibumi).”
Kemudian Ibnul Qoyyim -Rahimahullah-
juga menafsirkan : bahwa jika Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk
rasul-Nya, maka hendaklah kalian juga bersholawat dan salam untuknya karena
kalian telah mendapatkan berkah risalah dan usahanya, seperti kemuliaan di
dunia dan di akhirat.”
Maasyirol
Muslimin rahimakumullah
Beberapa Keutamaan kita ber-Sholawat dan Salam Untuk Rasulullah
shallallahu
‘alaihi wasallam :
Beberapa hadis menyebutkan bahwa
Rasulullah SAW. bersabda :
“Barangsiapa yang bersholawat atasku
sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali.” [H.R.
Muslim)
“Barangsiapa yang bersholawat untukku
di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu sore sepuluh kali, maka ia berhak
mendapatkan syafa’atku.” [H.R. Thabarani]
Dan dari sahabat Abdurrahman bin ‘Auf -Radhiyallahu
‘Anhu- berkata: “Saya telah mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
ketika ia sedang sujud dan memperpanjang sujudnya. Beliau bersabda:“Saya telah
didatangi Jibril, ia berkata: “Barangsiapa yang bersholawat untukmu, maka saya
akan bersholawat untuknya dan barangsiapa yang memberi salam untukmu maka saya
akan memberi salam untuknya, maka sayapun bersujud karena bersyukur kepada
Allah.” [H.R. Hakim, Ahmad dan Jahadhmiy]
Maasyirol
Muslimin rahimakumullah
Kapan saat kita bersholawat dan
salam kepada Baginda Rasulullah, Bersholawat dan Salam tidak terbatas setip
waktu dan dimanapun kita berada. Tetapi
Saat-Saat
Yang Disunnahkan dan Dianjurkan Membaca Sholawat dan Salam Untuk Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam:
1. Sebelum berdoa:
Fadhalah bin ‘Abid
berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang
laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa”
Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang
lainnya:
((إذَا صَلَّى
أحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيهِ ، ثُمَّ يُصَلِّي
عَلَى النَّبِيِّ ، ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ))
“Bila
salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya
dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian
berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” [H.R.
Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]
Dalam salah satu
hadits disebutkan:
((الدُّعَاءُ
مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّيَ الدَّاعِي عَلَى النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم ))
“Doa
itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi shallallahu
‘alaihi wasallam.” [H.R. Thabarani]
2. Ketika menyebut,
mendengar dan menulis nama beliau:
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
((رَغَمَ
أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ))
“Celakalah
seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat untukku.”
[H.R.
Tirmidzi dan Hakim]
Maksudnya adalah apabila kita
mendengar orang menyebut nama Rasulullah maka kita segera menyahutnya dengan
ucapan Sallallahualaihi wasallam.
Dari Ali bin Abi Thalib, dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
((البَخِيلُ
كُلَّ البُخْلِ الَّذِي ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ))
“Orang
yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak
bersholawat untukku.” [H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabaraniy]
3.
Memperbanyak sholawat untuknya pada hari Jum’at:
Dari
‘Aus bin ‘Aus berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
((إنَّ أفْضَلَ
أيَّامِكُمْ يَوُمُ الجُمْعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ
فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ ...))
“Sesungguhnya
di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah
sholawat untukku pada hari itu, karena sholawat kalian akan sampai
kepadaku......” [R. Abu Daud, Ahmad dan Hakim]
5. Ketika masuk dan keluar mesjid:
Dari
Fatimah -Radhiyallahu ‘Anha- berkata: “Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Bila anda masuk
mesjid, maka ucapkanlah:
((بِسْمِ اللهِ
وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَاxjunubi waftahli أبْوَابَ
رَحْمَتِكَ))
”Dengan nama Allah, salam untuk
Rasulullah, ya Allah ampunilah atas dosa-dosaku dan mudahkanlah bagi kami
pintu-pintu rahmat-Mu.”
“Dan
bila keluar dari mesjid maka ucapkanlah :
((بِسْمِ اللهِ
وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَاxjunubi waftahl ا أبْوَابَ فَضْلِكَ))
”Dengan
nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah ampunilah atas dosa-dosaku dan
mudahkanlah bagi kami pintu-pintu karuniaMU”
Maasyirol
Muslimin rahimakumullah
Ibnul Qoyyim menyebutkan 39 manfaat
sholawat untuk nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya adalah
sebagai berikut:
1.Melaksanakan
perintah Allah subhaanahu wa ta’aala
2.Mendapatkan
sepuluh sholawat dari Allah bagi yang membaca sholawat satu kali.
3.Ditulis
baginya sepuluh kebaikan dan dihapus darinya sepuluh kejahatan.
4.Diangkat
baginya sepuluh derajat.
5.Kemungkinan
doanya terkabul bila ia mendahuluinya dengan sholawat, dan doanya akan naik
menuju kepada Tuhan semesta alam.
6.Penyebab
mendapatkan syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
7.Penyebab
mendapatkan pengampunan dosa.
8.Dicukupi
oleh Allah apa yang diinginkannya.
9.Mendekatkan
hamba dengan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari kiamat.
10.Menyebabkan
Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk orang yang bersholawat.
11.Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab sholawat dan salam orang yang
bersholawat untuknya.
12.Mengharumkan
majelis dan agar ia tidak kembali kepada keluarganya dalam keadaan menyesal
pada hari kiamat.
13.Menghilangkan
kefakiran.
14.Menghapus
predikat “kikir” dari seorang hamba jika ia bersholawat untuk nabi shallallahu
‘alaihi wasallam ketika namanya disebut.
15.Orang yang bersholawat akan mendapatkan pujian yang
baik dari Allah di antara penghuni langit dan bumi, karena orang yang
bersholawat, memohon kepada Allah agar memuji, menghormati dan memuliakan
rasul-Nya, maka balasan untuknya sama dengan yang ia mohonkan, maka hasilnya
sama dengan apa yang diperoleh oleh rasul-Nya.
16.Akan
mendapatkan berkah pada dirinya, pekerjaannya, umurnya dan kemaslahatannya,
karena orang yang bersholawat itu memohon kepada Tuhannya agar memberkati
nabi-Nya dan keluarganya, dan doa ini terkabul dan balasannya sama dengan
permohonannya.
17.Nama orang yang bersholawat itu akan disebutkan
dan diingat di sisi Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam seperti penjelasan terdahulu, sabda Rasul: “Sesungguhnya
sholawat kalian akan diperdengarkan kepadaku.” Sabda beliau yang lain: “Sesungguhnya
Allah mewakilkan malaikat di kuburku yang menyampaikan kepadaku
salam dari umatku.” Dan cukuplah seorang hamba mendapatkan kehormatan bila
namanya disebut dengan kebaikan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam.
18.Meneguhkan
kedua kaki di atas Shirath dan melewatinya berdasarkan hadits
Abdurrahman bin Samirah yang diriwayatkan oleh Said bin Musayyib tentang mimpi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Saya melihat seorang di
antara umatku merangkak di atas Shirath dan kadang-kadang berpegangan lalu
sholawatnya untukku datang dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya lalu
menyelamatkannya.” [H.R. Abu Musa Al-Madiniy]
19.Akan
senantiasa mendapatkan cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bahkan bertambah dan berlipat ganda. Dan itu termasuk ikatan Iman yang tidak
sempurna kecuali dengannya, karena seorang hamba bila senantiasa menyebut nama
kekasihnya, menghadirkan dalam hati segala kebaikan-kebaikannya yang melahirkan
cinta, maka cintanya itu akan semakin berlipat dan rasa rindu kepadanya akan
semakin bertambah, bahkan akan menguasai seluruh hatinya. Tetapi bila ia
menolak mengingat dan menghadirkannya dalam hati, maka cintanya akan berkurang
dari hatinya. Tidak ada yang lebih disenangi oleh seorang pecinta kecuali
melihat orang yang dicintainya dan tiada yang lebih dicintai hatinya kecuali
dengan menyebut kebaikan-kebaikannya. Bertambah dan berkurangnya cinta itu
tergantung kadar cintanya di dalam hati, dan keadaan lahir menunjukkan hal itu.
20.Akan
mendapatkan petunjuk dan hati yang hidup. Semakin banyak ia bersholawat dan
menyebut nabi, maka cintanyapun semakin bergemuruh di dalam hatinya sehingga
tidak ada lagi di dalam hatinya penolakan terhadap perintah-perintahnya, tidak
ada lagi keraguan terhadap apa-apa yang dibawanya, bahkan hal tersebut telah tertulis
di dalam hatinya, menerima petunjuk, kemenangan dan berbagai jenis ilmu
darinya. Ulama-ulama yang mengetahui dan mengikuti sunnah dan jalan hidup
beliau, setiap pengetahuan mereka bertambah tentang apa yang beliau bawa, maka
bertambah pula cinta dan pengetahuan mereka tentang hakekat sholawat yang
diinginkan untuknya dari Allah.
Mudah-Mudahan Allah SWT. Memberikan taufik dan hidayahnya
kepada kita sekalian dan mudah-mudahan melalui sholawat yang selalu kit baca
Allah swt senantiasa memberikan kebaikan kepada diri dan keluarga kita serta
kelak mendapatkan ampunan Allah serta syafaat Rasulullah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin
Wakul Robbigfir Warham Waantakhairurrohimin
KHUTBAH JUMAT TENTANG SYUKUR
SYUKUR
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
Ungkapan kata Syukur
Alhamdulillah sering kita ucapkan dalam keseharian, bahkan ungkapan itu sering
secara spontan kita ucapkan ketika kita mendapatkan sebuah nikmat.
Dalam kajian tasawuf, syukur
merupakan salah 1 kunci sukses hidup di dunia dan akhirat. Malah ada yg
menyebutkan kedudukannya jg lbh tinggi dari sabar dan
tawakal.
Syukur merupakan perwujudan
terima kasih kepada ALLOH SWT atas segala nikmat yg diterima. Bahkan di dalam
surat Ar Rahman (55) ,berulangkali ditanyakan,
N$t«t±YçRùQ$# Îû Ìóst7ø9$# ÄN»n=ôãF{$%x. ÇËÍÈ Ädr'Î7sù ÏäIw#uä $yJä3În/u Èb$t/Éjs3è? ÇËÎÈ @ä. ô`tB $pkön=tæ 5b$sù ÇËÏÈ
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
Menurut salah seorang ulama, kata syukur dapat ditemukan
sebanyak 75 kali dlm Al Quran. Kata syukur selalu disandingkan dg kufur, yg
merupakan lawan katanya. Didalam surat Ibrahim ayat 7 Allah SWT. Berfirman :
øÎ)ur c©r's? öNä3/u ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯RyÎV{ ( ûÈõs9ur ÷Länöxÿ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓÏt±s9 ÇÐÈ
,“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu
memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih”.”
Dengan
demikian, maka hakikat syukur: memanfaatkan nikmat sesuai dengan tujuan yg
memberi, yakni Allah SWT sedangkan Kufur: mengingkari dan menyembunyikan nikmat
yg diterima (baik sengaja maupun tidak sengaja).
Contoh
nikmat yg bisa digunakan sesuai dengan tujuan yg memberi: umur panjang dan
kesehatan. Nikmat ini hrs dimanfaatkan dg sebaik+baiknya, misalnya banyak
berbuat kebajikan dan menghindari maksiat. Cara lain misalnya mencari ilmu (yg
baik) sebanyak2nya dan diterapkan di masyarakat sehingga berguna.
Sebaik-baik manusia: panjang umur dan punya banyak amal
kebaikan.
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
Setidaknya
ada 3 cara bersyukur:1. syukur dg hati terhadap pemberian yg diterima dari ALLOH SWT, yakni dengan lmelakukan hal2 yang bersifat kebajikan.
2.
syukur dg ucapan, dengan mengatakan hamdalah untuk setiap nikmat dan rejeki yg
diterima.
3.
syukur dg anggota badan, dengan cara tiap anggota tubuh mesti melakukan
kebajikan dan hindari maksiat.
Rasululloh
SAW selalu minta agar diberi kemampuan untuk bersyukur utk tiap nikmat yg
diterima beliau, sebagaimana doa berikut ini.
Mudah-mudahan
Allah SWT. Menguatkan hati kita, membasahi lidah kita dan memperbaiki segala
perbuatan kita dalam rangka syukur kita kepada Allah SWT.




Subscribe to:
Posts (Atom)