BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT.
Maasyoril
Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
Diantara
amal shaleh utama dan mudah dikerjakan
oleh seorang muslim untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla
adalah berdzikir kepada Allah SWT.
Allah
SWT. telah memuji orang yang berzikir dengan sebutan yang mulia serta
dijanjikan untuk memperoleh kebahagian dan ketenangan hati, Beberapa Firman
Allah SWT dalam hal ini :
1.
Didalam
Surat Al-Imran 190-191 :
ø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$#
“ Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan
kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka
peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imron: 190-191.
2. Al-Baqarah ayat 152
Allah SWT. Berfirman :
Karena itu,
Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
3. Surat Ar-Ra’du Ayat
28
tûïÏ%©!$ (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% Ìø.ÉÎ/ «!$#
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram. QS.
Al-Ra'du: 28
Maasyoril
Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
Rasulullah SAW. telah
mensyari'atkan bagi umatnya untuk banyak dzikir dalam berbagai waktu dan masa,
di mana pada setiap masa dan waktu terdapat dzikir-dzikir khusus padanya, pada
waktu pagi terdapat bacaan-bacaan dzikir waktu pagi, begitu juga ada dzikir
pada waktu sore, ada dzikir menjelang tidur, saat bangun dari tidur, pada saat
masuk dan keluar rumah, ada dzikir pada saat makan dan minum, ada zikir masuk
Kamar Mandi dan lain-lainnya.
Di antara dzikir yang bisa diucapkan
pada waktu pagi dan petang serta boleh juga diucapkan pada saat setiap kali
seseorang mengharap Ampunan Allah SWT. adalah dzikir yang diriwayat oleh Syaddad bin Aus ra dari Nabi saw bahwa beliau
bersabda penghulu istigfar (syaidul
istigfar) adalah seseorang hamba mengatakan:
اَللَّهُمَّ
أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ،
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا
صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah!
Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang mencip-takan
aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku.
Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu
kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali
Engkau ya Allah.”[1]
Rasulullah saw bersabda terhadap
Syaidul Istigfar ini: Barangsiapa yang mengatakannya pada waktu siang hari dan
dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal pada hari itu sebelum dirinya
memasuki waktu sore maka dia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang
membacanya pada waktu malam dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal
sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk penghuni surga".[2]
Kemudian
dikisahkan oleh sahabat Abu Hurairah ra bahwa Orang-orang miskin datang kepada Nabi saw dan
mereka berkata: Orang-orang yang kaya dengan harta telah menang dengan derajat
yang tinggi dan kenikmatan yang abadi, mereka menjalankan shalat sebagaimana
kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki
kelebihan harta yang mereka pergunakan untuk berhaji, berumroh, berjihad dan
bersedekah. Maka Nabi saw menjawab:
Maukah kalian jika aku memberitahukan kepada kalian suatu amalan yang
apabila kalian ambil maka kalian pasti menyamai orang tersebut bahkan kalian
tidak akan didahului oleh siapapun setelah kalian dan kalian adalah orang yang
paling suci di sisi Allah. Yakni orang yang berzikir dengan mengucap
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar setelah selesai menjalankan shalat wajib sejumlah tiga puluh tiga kali".[3]
Maasyoril
Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
OKI. Agar marilah kita
perbanyak berzikir untuk mengingat kebesaran dan kekuasaan ALLAH SWT. Agar kita
tergolong orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak,
dan dengannya pula kita aman dari sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang
munafik, seperti yang disebutkan di dalam firman Allah SWT:
¨bÎ) tûüÉ)Ïÿ»uZßJø9$# tbqããÏ»sä ©!$# uqèdur öNßgããÏ»yz #sÎ)ur (#þqãB$s% n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qãB$s% 4n<$|¡ä. tbrâä!#tã }¨$¨Z9$# wur crãä.õt ©!$# wÎ) WxÎ=s% ÇÊÍËÈ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan
membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri
dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan
tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS.
Al-Nisa': 142
Mudah-mudahan Allah SWT. Memberikan
hidayah kepada kita untuk selalu berzikir dan bersyukur serta beribadah yang
baik kepadaNYA, dan mudah-mudahan kita terhindar dari kelalaian berzikir
KepadaNYA dan dari kesibukan yang tidak bisa mendekatkan kita kepadaNYA… Amin
ya Robbal Alamin…
No comments:
Post a Comment