Tuesday, August 5, 2014

KHUTBAH JUMAT


BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT.
 
Maasyoril Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
Diantara amal shaleh utama dan  mudah dikerjakan oleh seorang muslim untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla adalah berdzikir kepada Allah SWT.
Allah SWT. telah memuji orang yang berzikir dengan sebutan yang mulia serta dijanjikan untuk memperoleh kebahagian dan ketenangan hati, Beberapa Firman Allah SWT dalam hal ini :
1.      Didalam Surat Al-Imran 190-191 : 
 ø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$#
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imron: 190-191.



2.  Al-Baqarah ayat 152 Allah SWT. Berfirman :

Karena itu, Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

3.   Surat Ar-Ra’du Ayat 28
tûïÏ%©!$ (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ÉÎ/ «!$# Ÿ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. QS. Al-Ra'du: 28

Maasyoril Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
Rasulullah SAW. telah mensyari'atkan bagi umatnya untuk banyak dzikir dalam berbagai waktu dan masa, di mana pada setiap masa dan waktu terdapat dzikir-dzikir khusus padanya, pada waktu pagi terdapat bacaan-bacaan dzikir waktu pagi, begitu juga ada dzikir pada waktu sore, ada dzikir menjelang tidur, saat bangun dari tidur, pada saat masuk dan keluar rumah, ada dzikir pada saat makan dan minum, ada zikir masuk Kamar Mandi dan lain-lainnya.
Di antara dzikir yang bisa diucapkan pada waktu pagi dan petang serta boleh juga diucapkan pada saat setiap kali seseorang mengharap Ampunan Allah SWT. adalah dzikir yang diriwayat oleh  Syaddad bin Aus ra dari Nabi saw bahwa beliau bersabda penghulu istigfar (syaidul istigfar) adalah seseorang hamba mengatakan:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
  “Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang mencip-takan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah.”[1]
Rasulullah saw bersabda terhadap Syaidul Istigfar ini: Barangsiapa yang mengatakannya pada waktu siang hari dan dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal pada hari itu sebelum dirinya memasuki waktu sore maka dia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu malam dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk penghuni surga".[2]
Kemudian dikisahkan oleh sahabat Abu Hurairah ra bahwa  Orang-orang miskin datang kepada Nabi saw dan mereka berkata: Orang-orang yang kaya dengan harta telah menang dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi, mereka menjalankan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta yang mereka pergunakan untuk berhaji, berumroh, berjihad dan bersedekah. Maka Nabi saw menjawab:  Maukah kalian jika aku memberitahukan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian ambil maka kalian pasti menyamai orang tersebut bahkan kalian tidak akan didahului oleh siapapun setelah kalian dan kalian adalah orang yang paling suci di sisi Allah. Yakni orang yang berzikir dengan mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar setelah selesai menjalankan shalat  wajib sejumlah tiga puluh tiga kali".[3]
 
Maasyoril Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
OKI. Agar marilah kita perbanyak berzikir untuk mengingat kebesaran dan kekuasaan ALLAH SWT. Agar kita tergolong orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan dengannya pula kita aman dari sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafik, seperti yang disebutkan di dalam firman Allah SWT:
¨bÎ) tûüÉ)Ïÿ»uZßJø9$# tbqããÏ»sƒä ©!$# uqèdur öNßgããÏ»yz #sŒÎ)ur (#þqãB$s% n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qãB$s% 4n<$|¡ä. tbrâä!#tãƒ }¨$¨Z9$# Ÿwur šcrãä.õtƒ ©!$# žwÎ) WxŠÎ=s% ÇÊÍËÈ
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS. Al-Nisa': 142
Mudah-mudahan Allah SWT. Memberikan hidayah kepada kita untuk selalu berzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik kepadaNYA, dan mudah-mudahan kita terhindar dari kelalaian berzikir KepadaNYA dan dari kesibukan yang tidak bisa mendekatkan kita kepadaNYA… Amin ya Robbal Alamin…









No comments:

Post a Comment