Wednesday, August 6, 2014

KHUTBAH BULAN SYAKBAN

KHUTBAH JUMAT BULAN SYAKBAN

Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Tanpa terasa saat ini kita sudah memasuki bulan Syakban,  Tepatnya tanggal 5 Syakban 1435 H. Bebera hari yang lalu kita telah memperingati Isro’ dan mikraj Nabi Besar Muhammad SAW. pada bulan Rajab, dan Insya Allah bulan depan kita juga akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Ketiga bulan ini (Bulan Rajab, Syakban dan Ramadhan) memiliki keutamaan dan keistimewaan masing-masing serta memiliki keterkaitan erat. Bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan badan, bulan syakban adalah bulan untuk mensucikan Hati dan bulan Ramadhan nanti adalah bulan untuk mensucikan Jiwa/Ruh.
Maka barang siapa yang mensucikan badannya pada bulan rajab berarti ia mensucikan hatinya pada bulan syakban dan barang siapa yang mensucikan hatinya pada bulan syakban maka berarti ia telah mensucikan jiwanya dalam bulan ramadhan.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mensucikan badan didalam bulan rajab artinya kita berusaha untuk melakukan amal ibadah yang diridhoi oleh Allah swt serta mengeluarkan ucapan dan perkataan yang mengandung manfaat dan hikmah. Kemudian membersihkan hati didalam bulan syakban artinya bahwa kita berusaha untuk tidak bersifat riya’ sombong, takabbur, dengki dan sejenisnya sehingga pada akhirnya kita siap memasuki bulan Ramadhan untuk membersihkan Ruh/Jiwa kita.  Upaya-upaya yang telah kita lakukan pada bulan rajab untuk membersihkan badan kita maupun membersihkan hati kita pada bulan syakban nantinya akan terasa pada saat kita memasuki bulan suci Ramadhan.  Diantara kita ada yang merasa bahagia dengan kedatangan bulan suci ramadhan, tetapi ada juga yang merasa setengah-setengah bahkan diantara kita mungkin ada yang merasa terbeban dengan kedatangan bulan suci ramadhan, hal ini akan bergantung kepada persiapan badan dan hati serta keikhlasan kita masing-masing.  Kalau menjelang memasuki bulan suci ramadhan kita merasa senang dan berbahagia maka berarti kita telah berhasil mensucikan badan dan hati kita pada bulan-bulan sebelumnya. Rasulullah SAW. bersabda “Barang siapa yang bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, diharamkan oleh Allah api neraka menyentuh jasadnya”.      
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Banyak peristiwa dan kejadian yang terjadi didalam bulan syakban yang tentunya menjadikan bulan Syakban ini sebagai bulan yang memiliki keutamaan, diantaranya :
1.  Pada bulan Syakban arah kiblat kaum muslimin berpindah dari Baitul Muqaddis di Palestina ke arah Kakbah di Mekkah Al-Mukarromah.  Hal ini dijelaskan didalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 144 :
ôs% 3ttR |==s)s? y7Îgô_ur Îû Ïä!$yJ¡¡9$# ( y7¨YuŠÏj9uqãYn=sù \'s#ö7Ï% $yg9|Êös? 4 ÉeAuqsù y7ygô_ur tôÜx© ÏÉfó¡yJø9$# ÏQ#tysø9$# 4 ß]øŠymur $tB óOçFZä. (#q9uqsù öNä3ydqã_ãr ¼çntôÜx© 3 ¨bÎ)ur tûïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# tbqßJn=÷èus9 çm¯Rr& ,ysø9$# `ÏB öNÎgÎn/§ 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÍÍÈ    
144. sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Dijelaskan dalam banyak kitab tafsir, saat ayat tentang perubahan arah kiblat itu turun, Rasulullah SAW. Bersama kaum muslimin sedang melaksanakan sholat di sebuah tempat di Madinah dan pada saat itu juga Rasulullah yang diikuti kaum muslimin yang menjadi makmun pada saat itu membalikkan badannya dan mengubah arah sholat yang semula menghadap Baitul Muqaddis kemudian mengarah ke Kakbah di Mekkah Al-Mukarromah.. Hal itu diabadikan pada sebuah masjid di Madinah yang dikenal dengan Masjid Qiblatain (Masjid dengan dua Kiblat). 
2.    Pada bulan syakban amal-amal manusia di angkat. Dalam hal ini salah seorang sahabat yakni Usman bin zaid pernah bertanya kepada Rasulullah “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasa baginda pada bulan Syakban”. Lalu Rasulullah SAW bersabda : Itulah bulan yang manusia sering lalai darinya yakni bulan antara Rajab dan Ramadhan, yakni bulan Syakban.  Bulan Syakban adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Rabbul Alamin. Maka saya menyukai amal saya diangkat sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.  OKI berpuasa didalam bulan syakban juga sangat dianjurkan oleh baginda Rasulullah SAW.




3.    Didalam bulan syakban turunnya ayat tentang anjuran untuk berholawat kepada baginda Rasulullah SAW. Yakni surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :
¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áムn?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JŠÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ      
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230].

4.    Keutamaan bulan syakban pada pertengahannya atau yang kita kenal dengan Malam Nisfu Syakban
Malam Nisfu Syakban (malam pertengahan syakban) adalah malam yang mulia dan penuh berkah. Pada malam itu Allah SWT. Mengampuni orang-orang yang meminta ampun, mengasihi orang-orang yang minta belas kasihan, mengabulkan doa orang-orang yang berdo’a, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, memerdekakan orang-orang dari api neraka, dan mencatat bagian rezeki dan amal manusia.  Rasulullah bersabda “Jika tiba malam nisfu syakban sholatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya karena sesungguhnya Allah SWT. Menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia yaitu mulai terbenamnya matahari.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mudah-mudahan Allah SWT. Memberikan kita kekuatan dan hidayahNYa sehingga kita dapat melaksanakan berbagai aktivitas ibadah dan amal shaleh dengan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan Allah SWT. Dapat membersihkan hati kita didalam bulan syakban ini sebagai gerbang untuk memasuki pembersihan jiwa didalam bulan Ramadhan dan mudah-mudahan Allah SWT. Mengampuni dosa-dosa kita, dosa-dosa kedua orang tua dan keluarga kita serta dosa-dosa kaum muslimin muslimat baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia amin ya robbal alamin.
Waqul robbigfir warham waantakhairorrohimin.

No comments:

Post a Comment