KHUTBAH JUMAT BULAN SYAKBAN
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Tanpa terasa saat ini kita
sudah memasuki bulan Syakban, Tepatnya
tanggal 5 Syakban 1435 H. Bebera hari yang lalu kita telah memperingati Isro’
dan mikraj Nabi Besar Muhammad SAW. pada bulan Rajab, dan Insya Allah bulan
depan kita juga akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Ketiga bulan ini (Bulan
Rajab, Syakban dan Ramadhan) memiliki keutamaan dan keistimewaan masing-masing
serta memiliki keterkaitan erat. Bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan
badan, bulan syakban adalah bulan untuk mensucikan Hati dan bulan Ramadhan
nanti adalah bulan untuk mensucikan Jiwa/Ruh.
Maka barang siapa yang
mensucikan badannya pada bulan rajab berarti ia mensucikan hatinya pada bulan
syakban dan barang siapa yang mensucikan hatinya pada bulan syakban maka
berarti ia telah mensucikan jiwanya dalam bulan ramadhan.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mensucikan badan didalam
bulan rajab artinya kita berusaha untuk melakukan amal ibadah yang diridhoi
oleh Allah swt serta mengeluarkan ucapan dan perkataan yang mengandung manfaat
dan hikmah. Kemudian membersihkan hati didalam bulan syakban artinya bahwa kita
berusaha untuk tidak bersifat riya’ sombong, takabbur, dengki dan sejenisnya
sehingga pada akhirnya kita siap memasuki bulan Ramadhan untuk membersihkan
Ruh/Jiwa kita. Upaya-upaya yang telah
kita lakukan pada bulan rajab untuk membersihkan badan kita maupun membersihkan
hati kita pada bulan syakban nantinya akan terasa pada saat kita memasuki bulan
suci Ramadhan. Diantara kita ada yang
merasa bahagia dengan kedatangan bulan suci ramadhan, tetapi ada juga yang
merasa setengah-setengah bahkan diantara kita mungkin ada yang merasa terbeban
dengan kedatangan bulan suci ramadhan, hal ini akan bergantung kepada persiapan
badan dan hati serta keikhlasan kita masing-masing. Kalau menjelang memasuki bulan suci ramadhan
kita merasa senang dan berbahagia maka berarti kita telah berhasil mensucikan
badan dan hati kita pada bulan-bulan sebelumnya. Rasulullah SAW. bersabda
“Barang siapa yang bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, diharamkan
oleh Allah api neraka menyentuh jasadnya”.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Banyak peristiwa dan
kejadian yang terjadi didalam bulan syakban yang tentunya menjadikan bulan
Syakban ini sebagai bulan yang memiliki keutamaan, diantaranya :
1. Pada
bulan Syakban arah kiblat kaum muslimin berpindah dari Baitul Muqaddis di
Palestina ke arah Kakbah di Mekkah Al-Mukarromah. Hal ini dijelaskan didalam Al-Qur’an pada
surat Al-Baqarah ayat 144 :
ôs% 3ttR |==s)s? y7Îgô_ur Îû Ïä!$yJ¡¡9$# ( y7¨YuÏj9uqãYn=sù \'s#ö7Ï% $yg9|Êös? 4 ÉeAuqsù y7ygô_ur tôÜx© ÏÉfó¡yJø9$# ÏQ#tysø9$# 4 ß]øymur $tB óOçFZä. (#q9uqsù öNä3ydqã_ãr ¼çntôÜx© 3 ¨bÎ)ur tûïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# tbqßJn=÷èus9 çm¯Rr& ,ysø9$# `ÏB öNÎgÎn/§ 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷èt ÇÊÍÍÈ
144. sungguh Kami (sering)
melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh Kami akan memalingkan
kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan
dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya
orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang
mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya;
dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Dijelaskan dalam banyak
kitab tafsir, saat ayat tentang perubahan arah kiblat itu turun, Rasulullah
SAW. Bersama kaum muslimin sedang melaksanakan sholat di sebuah tempat di
Madinah dan pada saat itu juga Rasulullah yang diikuti kaum muslimin yang
menjadi makmun pada saat itu membalikkan badannya dan mengubah arah sholat yang
semula menghadap Baitul Muqaddis kemudian mengarah ke Kakbah di Mekkah
Al-Mukarromah.. Hal itu diabadikan pada sebuah masjid di Madinah yang dikenal
dengan Masjid Qiblatain (Masjid dengan dua Kiblat).
2. Pada
bulan syakban amal-amal manusia di angkat. Dalam hal ini salah seorang sahabat
yakni Usman bin zaid pernah bertanya kepada Rasulullah “Ya Rasulullah, saya
tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan
yang ada seperti puasa baginda pada bulan Syakban”. Lalu Rasulullah SAW
bersabda : Itulah bulan yang manusia sering lalai darinya yakni bulan antara
Rajab dan Ramadhan, yakni bulan Syakban.
Bulan Syakban adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Rabbul
Alamin. Maka saya menyukai amal saya diangkat sedangkan saya dalam keadaan
berpuasa. OKI berpuasa didalam bulan
syakban juga sangat dianjurkan oleh baginda Rasulullah SAW.
3.
Didalam bulan syakban turunnya ayat tentang
anjuran untuk berholawat kepada baginda Rasulullah SAW. Yakni surat Al-Ahzab
ayat 56 yang berbunyi :
¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áã n?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ
Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya[1230].
4.
Keutamaan bulan syakban pada pertengahannya
atau yang kita kenal dengan Malam Nisfu Syakban
Malam Nisfu Syakban (malam
pertengahan syakban) adalah malam yang mulia dan penuh berkah. Pada malam itu
Allah SWT. Mengampuni orang-orang yang meminta ampun, mengasihi orang-orang
yang minta belas kasihan, mengabulkan doa orang-orang yang berdo’a,
menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, memerdekakan orang-orang dari
api neraka, dan mencatat bagian rezeki dan amal manusia. Rasulullah bersabda “Jika tiba malam nisfu
syakban sholatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya karena
sesungguhnya Allah SWT. Menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia
yaitu mulai terbenamnya matahari.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mudah-mudahan Allah SWT.
Memberikan kita kekuatan dan hidayahNYa sehingga kita dapat melaksanakan
berbagai aktivitas ibadah dan amal shaleh dengan sebaik-baiknya dan
mudah-mudahan Allah SWT. Dapat membersihkan hati kita didalam bulan syakban ini
sebagai gerbang untuk memasuki pembersihan jiwa didalam bulan Ramadhan dan
mudah-mudahan Allah SWT. Mengampuni dosa-dosa kita, dosa-dosa kedua orang tua
dan keluarga kita serta dosa-dosa kaum muslimin muslimat baik yang masih hidup
maupun yang sudah meninggal dunia amin ya robbal alamin.
Waqul
robbigfir warham waantakhairorrohimin.
No comments:
Post a Comment