Tuesday, August 5, 2014

MEMPERINGATI MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW.


Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Manusia secara adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah ke muka bumi dibandingkan dengan hewan, jin bahkan malaikat sekalipun.
Allah SWT berfirman didalam surat Attin :
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ  
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Manuisa juga mendapatkan kedudukan paling mulia dalam islam karena diserahkan mandat sebagai khalifah Allah di atas dunia ini :
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz (  ÇÌËÈ  
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Dan banyak lagi yang menerangkan kedudukan manusia di atas dunia ini.
Namun Ternyata, di antara manusia terdapat orang-orang pilihan yang terlahir sebagai pembawa risalah agung dari Allah SWT. Yakni para nabi Jumlahnya tak kurang dari 120 ribu orang. Sebanyak 313 diantaranya yang bergelar rasul. Kemudian dari jumlah itu, yang tersebut namanya dalam Alquran sebanyak 25 orang, yaitu: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Yunus, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Syu'aib, Musa, Harun, Yasa', Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Zakaria, Ilyas, Yahya, Isa, dan Nabi Muhammad SAW.
Islam mewajibkan setiap kita untuk mengimani semua utusan Allah itu beserta kebenaran risalah yang dibawanya.

Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Dari kedua puuh lima nabi dan rasul tersebut kemudian Allah SWT lima orang diantaranya menjadi  ulul-azmi minarrusul (Nabi/Rasul Pilihan). Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nabi Muhammad SAW.. Allah SWT secara khusus menyebut nama mereka dalam ayat ketujuh Surat Al-Ahzab.
øŒÎ)ur $tRõs{r& z`ÏB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# öNßgs)»sVÏB šZÏBur `ÏBur 8yqœR tLìÏdºtö/Î)ur 4ÓyqãBur Ó|¤ŠÏãur Èûøó$# zNtƒótB ( $tRõs{r&ur Nßg÷YÏB $¸)»sWÏiB $ZàŠÎ=xî ÇÐÈ    
7. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka Perjanjian yang teguh[1202]. [1202] Perjanjian yang teguh ialah kesanggupan menyampaikan agama kepada umatnya masing-masing.
Dengan kehendak-Nya, Allah SWT memilih dua orang dari lima manusia mulia tersebut sebagai "dua serangkai". Mereka adalah Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW. Allah SWT memberikan gelar keistimewaan kepada Ibrahim dan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi umat manusia.
Lalu dari keduanya kembali dipilih Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. sebagai manusia paling mulia. Puncak penghargaan Allah kepada beliau adalah dengan mengangkatnya menjadi nabi akhir zaman. Ajaran yang dibawanya menjadi ajaran paling sempurna dan menutup ajaran nabi-nabi sebelumnya. Ajarannya pun tidak hanya berlaku bagi segolongan umat, tapi berlaku bagi umat-umat setelahnya. Karena itulah, Allah SWT menggelarinya sebagai Nabi Pembawa Rahmat bagi seluruh alam; Nabi yang rahmatan lil 'alamin.
!$tBur š»oYù=yör& žwÎ) ZptHôqy šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ  
107. Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
Rasulullah SAW. Mendapatkan gelar tidak hanya sebatas sebutan manusia karena kenyataan praktek hidup dan kehidupan yang dijalankan tetapi gelar-gelar yang didapat oleh Baginda Rasulullah secara langsung dari Allah SWT.
Gelar yang disandang Rasulullah SAW sebagai manusia, sebagai nabi, rasul, ulul azmi minarrasul, uswatun hasanah, dan pembawa rahmatan lil 'alamin, semuanya menjadikan beliau sebagai makhluk paling mulia yang pernah diciptakan Allah SWT (Khairul khalkillah).
Sehingga Allah SWT mendesain sekaligus memandu sejarah kehidupan beliau sedemikian rupa. Penampilan fisik, ucapan, perbuatan, hingga tahap-tahap kehidupan Rasulullah SAW, sejak dalam kandungan hingga wafat, sarat dengan hikmat yang layak dikaji dan diteladani semua orang. Tempat beliau dilahirkan (Mauludin Nabi), orang-orang yang berinteraksi dengan beliau, hingga zaman tatkala beliau hidup, sarat dengan dinamika pembelajaran.
Sebagai implikasi dari gelar uswatun hasanah dan rahmatan lil a'lamin, hampir semua aspek dan fungsi kehidupan manusia pernah pula beliau dijalani. Rasulullah SAW pernah menjadi suami, dan beliaulah suami yang paling baik terhadap istri dan anak-anaknya. Rasul pernah menjadi pedagang, dan beliaulah pedagang yang terkenal paling jujur. Rasul pernah pula menjadi kepala negara, dan beliau lah kepala negara yang paling cakap, bijak, dan paling berpengaruh. Rasul pun pernah menjadi panglima perang, pendidik, atau seorang anak.
Hebatnya, dalam setiap aspek beliau selalu tampil sebagai yang terbaik dan tersukses. Dari kenyataan ini, sangat beralasan bila setiap ucapan (al-hadits) dan gerak-gerik (as-sunnah) beliau terus diabadikan. Bahkan, keduanya juga dijadikan standar perilaku setiap Muslim hingga akhir zaman.
Tak terhitung pula tulisan sejarah yang mengangkat perjalanan hidup Beliau, entah itu dari para cendekiawan Muslim hingga para cendekiawan non-Muslim. Semuanya berkesimpulan: "Muhammad SAW. adalah manusia teragung dalam sejarah manusia".

Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
OKI dalam setiap kita memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW ini, kita layak bertanya kepada diri, "Sudahkah kita memuliakan beliau, sebagaimana para sahabat dan salafus-shalih memuliakan dirinya? Pantaskan kita mengidolakan seorang tokoh selain Rasulullah SAW?

No comments:

Post a Comment