MEMPERINGATI MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Manusia
secara adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah ke muka bumi
dibandingkan dengan hewan, jin bahkan malaikat sekalipun.
Allah SWT berfirman didalam surat Attin :
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OÈqø)s? ÇÍÈ
4. Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Manuisa
juga mendapatkan kedudukan paling mulia dalam islam karena diserahkan mandat
sebagai khalifah Allah di atas dunia ini :
øÎ)ur tA$s% /u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( ÇÌËÈ
30.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku
hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Dan
banyak lagi yang menerangkan kedudukan manusia di atas dunia ini.
Namun Ternyata,
di antara manusia terdapat orang-orang pilihan yang terlahir sebagai pembawa
risalah agung dari Allah SWT. Yakni para nabi Jumlahnya tak kurang dari 120
ribu orang. Sebanyak 313 diantaranya yang bergelar rasul. Kemudian dari jumlah
itu, yang tersebut namanya dalam Alquran sebanyak 25 orang, yaitu: Adam, Idris,
Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Yunus, Ismail,
Ishaq, Ya'qub, Yusuf, Ayyub, Syu'aib, Musa, Harun, Yasa', Dzulkifli, Daud,
Sulaiman, Zakaria, Ilyas, Yahya, Isa, dan Nabi Muhammad SAW.
Islam mewajibkan setiap kita untuk mengimani
semua utusan Allah itu beserta kebenaran risalah yang dibawanya.
Maasyirol Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Dari kedua puuh lima nabi dan rasul tersebut
kemudian Allah SWT lima orang diantaranya menjadi ulul-azmi
minarrusul (Nabi/Rasul Pilihan). Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa,
Isa, dan Nabi Muhammad SAW.. Allah SWT secara khusus menyebut nama mereka dalam
ayat ketujuh Surat Al-Ahzab.
øÎ)ur $tRõs{r& z`ÏB
z`¿ÍhÎ;¨Y9$# öNßgs)»sVÏB
ZÏBur `ÏBur 8yqR tLìÏdºtö/Î)ur
4ÓyqãBur Ó|¤Ïãur
Èûøó$#
zNtótB
( $tRõs{r&ur Nßg÷YÏB $¸)»sWÏiB
$ZàÎ=xî
ÇÐÈ
7. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil
Perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan
Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka Perjanjian yang
teguh[1202]. [1202] Perjanjian yang teguh ialah kesanggupan menyampaikan agama
kepada umatnya masing-masing.
Dengan kehendak-Nya, Allah SWT memilih dua
orang dari lima manusia mulia tersebut sebagai "dua serangkai".
Mereka adalah Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW. Allah SWT memberikan gelar
keistimewaan kepada Ibrahim dan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau
teladan yang baik bagi umat manusia.
Lalu dari keduanya kembali dipilih Baginda
Nabi Besar Muhammad SAW. sebagai manusia paling mulia. Puncak penghargaan Allah
kepada beliau adalah dengan mengangkatnya menjadi nabi akhir zaman. Ajaran yang
dibawanya menjadi ajaran paling sempurna dan menutup ajaran nabi-nabi
sebelumnya. Ajarannya pun tidak hanya berlaku bagi segolongan umat, tapi
berlaku bagi umat-umat setelahnya. Karena itulah, Allah SWT menggelarinya
sebagai Nabi Pembawa Rahmat bagi seluruh alam; Nabi yang rahmatan lil 'alamin.
!$tBur »oYù=yör& wÎ)
ZptHôqy
úüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ
107. Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
Rasulullah SAW. Mendapatkan gelar tidak hanya
sebatas sebutan manusia karena kenyataan praktek hidup dan kehidupan yang dijalankan
tetapi gelar-gelar yang didapat oleh Baginda Rasulullah secara langsung dari
Allah SWT.
Gelar yang disandang Rasulullah SAW sebagai
manusia, sebagai nabi, rasul, ulul
azmi minarrasul, uswatun hasanah, dan pembawa rahmatan lil 'alamin, semuanya
menjadikan beliau sebagai makhluk paling mulia yang pernah diciptakan Allah SWT
(Khairul khalkillah).
Sehingga Allah SWT mendesain sekaligus
memandu sejarah kehidupan beliau sedemikian rupa. Penampilan fisik, ucapan,
perbuatan, hingga tahap-tahap kehidupan Rasulullah SAW, sejak dalam kandungan
hingga wafat, sarat dengan hikmat yang layak dikaji dan diteladani semua orang.
Tempat beliau dilahirkan (Mauludin Nabi), orang-orang yang berinteraksi dengan
beliau, hingga zaman tatkala beliau hidup, sarat dengan dinamika pembelajaran.
Sebagai implikasi dari gelar uswatun hasanah dan rahmatan lil a'lamin,
hampir semua aspek dan fungsi kehidupan manusia pernah pula beliau dijalani.
Rasulullah SAW pernah menjadi suami, dan beliaulah suami yang paling baik
terhadap istri dan anak-anaknya. Rasul pernah menjadi pedagang, dan beliaulah
pedagang yang terkenal paling jujur. Rasul pernah pula menjadi kepala negara,
dan beliau lah kepala negara yang paling cakap, bijak, dan paling berpengaruh.
Rasul pun pernah menjadi panglima perang, pendidik, atau seorang anak.
Hebatnya, dalam setiap aspek beliau selalu
tampil sebagai yang terbaik dan tersukses. Dari kenyataan ini, sangat beralasan
bila setiap ucapan (al-hadits)
dan gerak-gerik (as-sunnah)
beliau terus diabadikan. Bahkan, keduanya juga dijadikan standar perilaku
setiap Muslim hingga akhir zaman.
Tak terhitung pula tulisan sejarah yang
mengangkat perjalanan hidup Beliau, entah itu dari para cendekiawan Muslim
hingga para cendekiawan non-Muslim. Semuanya berkesimpulan: "Muhammad SAW.
adalah manusia teragung dalam sejarah manusia".
Maasyirol Muslimin Rahimakumullah,
OKI dalam setiap kita memperingati Maulid Nabi
besar Muhammad SAW ini, kita layak bertanya kepada diri, "Sudahkah kita
memuliakan beliau, sebagaimana para sahabat dan salafus-shalih memuliakan dirinya? Pantaskan
kita mengidolakan seorang tokoh selain Rasulullah SAW?
No comments:
Post a Comment