KHUTBAH JUMAT TENTANG KEMATIAN
öNà6É)»n=ãB
(
¢OèO
tbrtè?
4n<Î)
ÉOÎ=»tã
É=øtóø9$#
Íoy»yg¤±9$#ur
Nä3ã¤Îm7t^ãsù
$yJÎ/
÷LäêZä.
tbqè=yJ÷ès?
ÇÑÈ
8. Katakanlah: "Sesungguhnya
kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan
menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui
yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan".
Dunia yang kita tempat ini tidaklah abadi
tetapi berujung dan berakhir, sama
halnya dengan penghuninya kita manusia. Kontrak hidupnya juga terbatas. Selama-lamanya orang hidup,
ia pasti berakhir dengan kematian-nya. Tidak
ada tempat berlari
dan bersembunyi
dari kematian, apakah bersembunyi di balik benteng yang kokoh. Mendaki langit dengan alat yang canggih tidak akan bisa
menghindar dari yang namanya kematian.
Didalam Al-Qur’an surat Annisa 78 Allah SWT
juga berfirman :
$yJoY÷r& (#qçRqä3s? ãN3.Íôã ÝVöqyJø9$# öqs9ur ÷LäêZä. Îû 8lrãç/ ;oy§t±B 3
di mana saja
kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng
yang Tinggi lagi kokoh.
Kemudian
didalam surat Lukman ayat 34
¨bÎÜ=Å¡ò6s #Yxî ( $tBur Íôs? 6§øÿtR Ädr'Î/ <Úör& ßNqßJs? 4 ¨bÎ) ©!$# íOÎ=tæ 7Î6yz ÇÌÍÈ
dan tiada
seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Maasyirol Muslim Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Kematian memang wajib bagi setiap makhluk, apakah mereke sedang di
bumi ataupun di udara dan di laut, Apabila ajal tiba,maka ia tiba apa pun penyebabnya; sakit, kecelakaan lalu lintas, dibunuh
orang, tenggelam,bencana alam, dan lain-lain. Semua itu hanya penyebab
kematian, bahkan ada orang yang mati tanpa
didahului oleh sebab atau yang sering disebut dengan mati mendadak juga
kematian tidak mengenal apakah orang tua, muda, anak-anak sekalipun, semuanya
telah menjadi ketentuan Allah SWT.
Oleh sebab itu didalam ajaran Islam setiap kita
diperintahkan untuk senantiasa Zikrul Maut , yaitu selalu mengingat-ingat akan
datangnya Maut/kematian yang kita tidak tahu kapan datangnya.. Dengan kita
selalu zikrul maut maka kita akan terangsang untuk memperbanyak amal shaleh,
meperbanyak ibadah kepada Allah SWT
serta menjauhi hal-hal yang dilarang oleh syariat Islam.
اَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ يُمَحِّصُ الذُّنُوْبَ وَيُزْهِدُ الدُّنْيَا.
”Perbanyaklah mengingat kematian,
Sebab yang demikian itu akan menghapuskan dosa, dan menyebabkan timbulnya
kezuhudan di dunia.”
Maasyirol
Muslim Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Didalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
Muslim disebutkan :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَ
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَ
الِحٍ يَدْعُو وَوَلَدٍ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka
terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang
bermanfaat atau do’a anak yang sholeh”
(HR. Muslim no. 1631)
Makna hadis diatas adalah :
Pertama:
Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang
muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.
Kedua:
Adalah karunia Allah kepada hambanya sehingga setelah meninggal dunia sekali
pun ia masih bisa mendapat pahala.
Ketiga: Ada 3 amalan yang masih terus
mengalir pahalanya walaupun manuisa telah meninggal dunia, di antaranya:
1.
Sedekah jariyah,
Sekalipun seseorang telah meninggal dunia
mereka akan tetap mendapatkan aliran pahala apabila didalam masa hidupnya telah
beramal jariah seperti membangun masjid,
membangun majelis taklim, pondok pesantren, menggali sumur yang bisa dimanfaat
oleh masyarakat, menanam pohon yang dapat dinikmati oleh orang banyak, mewakapkan
tanahnya untuk pembangunan tempat ibadah dan lain-lain.
Di antara contoh shadaqah jariyyah yang telah
dilakukan di zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah : Kebun kurma yang dishadaqahkan
oleh Abu Thalhah (seorang sahabat Nabi) ketika turun firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala.
`s9 (#qä9$oYs? §É9ø9$# 4Ó®Lym (#qà)ÏÿZè? $£JÏB cq6ÏtéB 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« ¨bÎ*sù ©!$# ¾ÏmÎ/ ÒOÎ=tæ ÇÒËÈ
92. kamu sekali-kali
tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan
sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka
Sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Kebun yang dishadaqahkan oleh Bani An-Najjar kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rangka untuk pembangunan masjid di waktu Nabi datang di kota Madinah.
Sumur “ruumah” yang dibeli oleh sahabat Utsman Radhiyallahu 'anhu dan
beliau shadaqahkan pada waktu kaum muslimin kekurangan air.
Tanah/kebun yang dishadaqahkan oleh sahabat Umar Radhiyallahu 'anhu, yang merupakan harta yang berharga baginya (yang dinamakan tsamgh), beliau menshadaqahkan tanah tersebut, dengan syarat tidak boleh dijual, diberikan atau diwariskan, akan tetapi buahnya (kebun/tanah itu), dishadaqahkan untuk budak, orang-orang miskin, tamu, ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal) serta karib kerabat Rasulullah.
Tanah/kebun yang dishadaqahkan oleh sahabat Umar Radhiyallahu 'anhu, yang merupakan harta yang berharga baginya (yang dinamakan tsamgh), beliau menshadaqahkan tanah tersebut, dengan syarat tidak boleh dijual, diberikan atau diwariskan, akan tetapi buahnya (kebun/tanah itu), dishadaqahkan untuk budak, orang-orang miskin, tamu, ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal) serta karib kerabat Rasulullah.
2.
Ilmu yang bermanfaat,
Ilmu yang bermanfaat yang ia ajarkan kepada
orang lain akan terus mengalirkan pahala baginya walaupun ia telah meninggal
dunia.
Didalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh muslim dan
abu huraiah :
“Barangsiapa yang berdakwah kepada petunjuk (kebaikan) maka dia mendapatkan
pahala seperti pahala yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit
pun.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah )
3.
Anak yang sholeh YANG SELALU BERDOA KEPADA ORANG TUANYA YANG SUDAH
MENINGGAL DUNIA.
Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan
pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama,
sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut
menjadi sebab bagi ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah
meninggal dunia.
Kemudian dari para
ulama juga memberikan pemahaman bahwa do’a yang manfaat tidak hanya dari anak
saja. Bahkan do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat
Insya Allah. Oleh karena itu juga kaum
muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan
mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya.Demikian juga do’a-doa setiap
saat yang dipanjatkan kepada si mayyit Insya Allah akan diterima oleh Allah
SWT. Bahkan tidak hanya untuk si mayyit tetapi juga kita yang berdo’a Insya
Allah akan menjadi amal kebajikan kita disisi Allah SWT.
Maasyirol
Muslim Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Mudah-mudahan Allah
SWT memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua untuk selalu tergerak
hati kita untuk mengingat mati, melaksanakan amal jariah yang
sebanyak-banyaknya dan mudah-mudahan kita mati dalam keadaan Khusnul Khatimah..
Mudah-mudahan seluruh keluarga dan kaum mulsimin muslimat yang telah mendahului
kita diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya dan
mendapatkan tempat yang baik disisi Allah SWT...amin ya robbal alamin.
No comments:
Post a Comment